Resensi Buku The Novelist

Cover depan Novel The Novelist

Judul Buku : The Novelist ( Relentless )

Penulis : Dean Koontz

Penerbit : PT.Ufuk Publishing House

Cetakan : September 2011 ( Cetakan II )

Tebal : 549 Halaman

ISBN : 978-602-9159-54-7

Harga : Rp. 84.900,- ( Di Surabaya, di toko buku yang saya beli mendapatkan potongan diskon )

     Ketika memilih – milih novel yang akan saya baca, ada ketertarikan tersendiri saat melihat pertama kali novel The Novelist karya Dean Koontz ini. Sinopsis yang ada pada novel beserta Sampul depan buku begitu yang menggoda, membuat saya tertarik membacanya. Diterjemahkan dari novel aslinya Relentless, membuat saya seakan terbuai untuk membeli buku ini.

     Meskipun bukan novel terbitan baru, (cetakan pertama versi Indonesia terbit tahun 2010) Novel ini menjadi salah satu teman dalam liburan semester kali ini. Mengisahkan perjalanan Cullen Greenwich beserta keluarganya. Cubby( panggilan akrab Cullen Greenwich ) adalah seorang novelis dengan karya brilian. Bukunya begitu diminati dan laris untuk dibaca. Masalah muncul ketika novel terbitan ke – 6 nya muncul. One O’clock Jump novel ke-6 yang ditulis Cubby sebenarnya cukup laris untuk diperbincangkan. Namun ketika seorang kritikus berpengaruh bernama Shearman Waxx mengkritik habis hasil karya Cubby. Masalah tidak selesai disitu. Selidik punya selidik, ternyata penulis lain yang telah dikritik Shearman Waxx memiliki nasib yang nahas. Tokoh tersebut antara lain John Clitherow yang seisi keluarganya meninggal dunia setelah Shearman mereview bukunya yang berjudul Mr.Bluebird, juga Landluf yang meninggal secara misterius beberapa waktu setelah mendapat review buruk dari Shearman Waxx.

      Jika dipikir dengan logis, apa hubungannya seorang penulis, kritikus novel, dan pembunuhan – pembunuhan aneh yang telah terjadi. Itulah yang menjadi sisi menarik dari buku ini. Kejar – kejaran misterius dan menegangkan antara Shearman Waxx dengan keluarga Cubby, beserta Penny (istrinya yang juga seorang penulis cerita anak), Milo (Anak Cubby), dan anjing Lassie milik keluarga Cullen Greenwich . Banyak hal – hal yang seakan diluar nalar membuat saya terus berpikir untuk membacanya.

      Namun satu kritik dari review saya. Ending dari novel ini kurang menarik. Kisah yang menarik di awal dan di tengah akhirnya menjadi kurang baik di akhir cerita. Novel ini akan cocok dibaca kepada pembaca yang menyukai misteri, dan petualangan yang mendebarkan. Saya memberi nilai 70 dari 100 angka untuk buku The Novelist.(RYE)

Leave a comment

Filed under Review dan Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s