Blitar dan Pesona Yang Ditawarkan

1. Menikmati Keindahan Gunung Kelud (Yang tak sampai) dan Keanehan Mystery Road

     Perjalanan belum selesai. Setelah menginap dua hari di Bojonegoro kami melanjutkan perjalanan kami ke Blitar. Rombongan perjalanan tetap sama. Saya dan mama beserta keluarga besar Tante Ita tercampur dalam  2 mobil. Sebagai info, Blitar adalah asal dari Tante Ita, Tante Ana, dan Tante Indah. Disana terdapat rumah asal yang saat ini akan kami kunjungi. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Melewati hutan jati daerah Dander, kami harus melewati daerah Kediri untuk sampai ke Blitar. Pepohonan jati yang pada saat itu telah rontok daunnya (karena musim kemarau) menjadikan pemandangan yang jarang saya saksikan. Mungkin saat ini adalah kemarau panjang. Sungai – sungai yang saya lewati terlihat surut, lahan terlihat kering. Saat ini kami telah melewati kota Kediri. Tinggal 1 jam lagi estimasi perjalanan untuk sampai ke kota Blitar. Namun semua rencana kami telah berubah. Di pinggir jalan tertulis petunjuk wisata Gunung Kelud menuju ke arah kiri. “Wah asyik juga ya kalau ke gunung Kelud”. Bersyukur atas celetukan Bio yang ingin ke Gunung kelud. Ternyata celetukan itu berhasil membujuk rombongan untuk mampir ke Gunung Kelud. Takut jika kami kemalaman untuk sampai Blitar kami pun berhenti sejenak. Menyusun rencana ulang. Dan akhirnya tercapailah sebuah keputusan. “Wisata ke Gunung Kelud”. Namun pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Singkat cerita nekatlah kami untuk melanjutkan naik ke Gunung Kelud.

     Gunung Kelud terletak 27 km dari pusat kota Kediri. Terletak di antara perbatasan kota Kediri dan Kota Blitar. Pada tahun 2007, gunung ini sempat meletus dan menyebabkan munculnya kubah lava baru. Jalan yang kami lalui lenggang. Pada sampai pintu masuk tidak ada satupun petugas yang menjaga tempat wisata. Otomatis kami masuk secara gratis ke daerah wisata Gunung Kelud. Pada saat itu mungkin sedang masa tanam nanas. Di sisi kanan kiri terhampar luas tumbuhan nanas.

     Singkat cerita kami berhenti di perhentian terakhir sebelum mencapai puncak. Disana jika pada musim liburan berjejer ojek motor. Dengan uang 20 ribu kita bisa sampai diantar sampai ke puncak. Sebagai tambahan untuk mencapai puncak jalan yang akan dilalui cukup curam dan berbahaya. Hingga ditawarkan ojek sepeda motor ini.  Disana kami menyusun rencana lagi. Sebab waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Pemandangan di kaki gunung Kelud sudah menawarkan keindahan yang menawan. Kebetulan, disana juga berhenti sebuah Honda Stream yang dikendarai oleh rombongan keluarga dengan bapak yang ramah. Ternyata mereka adalah rombongan yang baru saja dari Gunung Kelud. Kami pun harus gigit jari karena dikatakan bahwa tempat wisata telah tutup. Kami pun harus puas dengan mendengar cerita keindahan gunung Kelud dari beliau. Untuk mengurangi rasa kecewa, kamipun berfoto disana mengabadikan bersama karya Tuhan bagi manusia.

     Setelah itu kamipun mencoba mystery road yang ada disana. Jika diilustrasikan Mystery road itu seperti suatu titik yang dimana tidak mengikuti hukum gravitasi umumnya.Biasa disebut Magnetic Hill / bukit magnet. Mobil meluncur ke arah menanjak pada saat mobil dimatikan. Setelah tanya ke mbah Google, ternyata Mystery road ada di beberapa belahan dunia lainnya sebut saja di India, Amerika Serikat,Jepang dan lain – lain. Saya pun penasaran dan mencoba terus menelusuri kenapa anomali itu terjadi. Ternyata inilah penjelasan yang masuk akal tentang bukit magnet dari Wikipedia :

“Sebuah bukit gravitasi, juga dikenal sebagai bukit magnet (dan kadang bukit misteri atau jalan gravitasi), adalah sebuah tempat yang daratan sekitarnya menciptakan ilusi optik sehingga turunan bukit paling landai terlihat seperti naikan bukit. Sehingga, sebuah mobil yang tidak direm akan terlihat berjalan ke atas. Terdapat ratusan bukit gravitasi di seluruh dunia.” (http://id.wikipedia.org/wiki/Bukit_gravitasi)

Ternyata itulah penyebab kenapa mobil terlihat menanjak ke atas. Setelah menikmati dan melihat sendiri mystery road yang ada, kamipun melanjutkan perjalanan ke Blitar. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore. Harapan untuk sampai ke kota Blitar masih panjang. Mungkin ini adalah awal dari perjalanan menyenangkan ke kota Blitar. Suatu saat nanti saya akan berkunjung kembali dan sampai ke puncak melihat keindahan gunung berapi yang masih aktif ini.

     Perjalanan wisata saya selanjutnya adalah wisata makam Bung Karno. Jangan pernah mengklaim cinta Indonesia jika tidak pergi ke makam bapak pendiri bangsa. Artikel selanjutnya berisi perjalanan saya ke makam Bung Karno. Jangan lewatkan.

Next : Blitar dan Pesona Yang Ditawarkan (2). Blitar, Gudang Pemimpin Nasional

Leave a comment

Filed under Review dan Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s