Hari Berat Yang Menggairahkan

     Fyuh..hari yang begitu berat namun menggairahkan.Menggairahkan dibandingkan menikmati liburan panjang (baca:sampai mual karena terlalu lama). Akhirnya saya harus kembali ke kampus saya tercinta. Mimpi saya untuk menjadi seorang jurnalis nasional dimulai kembali. Berbeda dari semester – semester sebelumnya, saya kurang prepare menyiapkan segala kebutuhan di semester 3. Apakah mungkin karena pemikiran move on yang belum mampu atau memang saya yang tidak fokus. Entahlah….Cukup curhat colongan saya. Jadwal mata kuliah hari ini terbilang berbobot. Komunikasi politik, Dasar – dasar Jurnalistik, dan Azaz Manajemen. Kuliah dimulai dengan komunikasi politik. TIdak seperti biasa, saya duduk di bangku belakang. Entah kenapa saya lebih nyaman duduk di belakang dibandingkan harus berhadapan langsung di depan dosen. Dijejali oleh sejarah – sejarah awal perkembangan kompol (komunikasi politik) saya diberikan penjelasan tentang perspektif / pendekatan pada komunikasi politik. Satu hal yang terus saya ingat. Ternyata begitu banyak orang di belakang layar untuk membentuk sebuah citra baik seorang public figure. 

     Kisah hari inipun berlanjut. Setelah kenyang dengan sejarah awal perkembangan awal kompol, saya dijejali dengan ilmu yang sangat ingin saya geluti. Ya jurnalistik. Bertempat di R.304- FISIP Unair mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2011 (beberapa angkatan 2010) mendapat pelajaran berharga dari seorang Igak Satrya Wibawa. Berbeda dari kelas – kelas yang pertama saya ikuti, kelas ini terlihat dinamis. Ditemani oleh asisten dosen yang “diduga cantik” celetuk,Igak 100 menit seakan begitu sebentar. Di tengah perkuliahan kami dibagi ke berbagai macam kelompok. Saya mendapatkan rekan – rekan yang cukup hebat. Sebut saja Verlita, Aryo, Rere, dan Damayanti. Sepanjang satu semester ini, mereka adalah partner dan rekan kerja saya. Pelajaran dilanjutkan dengan praktek menulis. Pelajaran yang saya dapat adalah sebuah kesalahan kecil namun sangat fatal. Bagaimana dengan lugunya saya tidak mencantumkan judul.

     Satu hal yang membuat saya kembali lebih bergairah. Planning / rencana satu semester ke depan dalam mata kuliah dasjur (dasar jurnalistik). Setiap kelompok ditugaskan menerbitkan koran tiap minggu dan sebuah majalah yang terbit untuk UAS. Kami seakan “dipaksa” untuk menjadi sebuah redaksi koran baru dengan tugas dan dengan peran masing – masing. Tercetuslah redaksi koran mini kami bernama “Lampu Kota”. Ide yang terlontar dari seorang Aryo. Semoga kelompok kami tetap solid dan menjadi sebuah redaksi koran yang baik.

     Kelas Dasar – dasar Jurnalistik berakhir. Kemudian dilanjutkan dengan kelas Azaz Manajemen. Pada saat itu saya cukup lelah. Beruntung saya tidak tertidur di kelas. Untung kuliah tidak berlangsung lama. Beruntung karena dosen harus menguji tesis mahasiswa.

     Hari belum berakhir. Dilanjutkan dengan rapat HIMA KOMA. Dengan tenaga dan cucuran keringat yang tersisa saya harus tetap semangat. Sebab akan ada rencana besar buat Himpunan mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik ini. Semoga segala rencana yang sudah direncanakan akan berjalan dengan lancar. Semoga ada hikmah dan pengalaman luar biasa yang kami dapat setelah keluar dari HIMA KOMA. Semangat untuk semua crew KOMA.

     Tulisan ini saya tulis di perpustakaan UNAIR kampus B. Motor saya masih terparkir di parkiran FISIP. Semoga penjaga parkir tidak marah karena motor saya belum keluar sampai sekarang. Semoga saya tetap rajin untuk menulis. Sekian untuk hari ini.(RYE)

Leave a comment

Filed under Review dan Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s