Segala Sesuatu Tentang Pare

Satu bulan sudah saya dan teman saya Kristian Hadinata berpetualang di Pare. Berbagai pengalaman dan pelajaran hidup saya dapatkan disini. Mulai dari yang menyeramkan seperti dipalak dan hampir diculik, sampai yang membuat saya tersenyum. Banyak teman saya dapatkan. Mulai dari mengenal orang Libya, hingga teman – teman dari seluruh daerah di Indonesia. Ini seperti miniatur kecil dari keberagaman Indonesia.

Pare adalah salah satu kecamatan dari kota Kediri. Butuh waktu 2,5 Jam dari Surabaya. Untuk sampai ke pusat kota Kediri butuh waktu 1 jam menggunakan sepeda. Daerah kampung Inggris mempunyai daya jual tersendiri untuk pare. Sepanjang jalan Brawijaya dan sekitarnya tersebar puluhan tempat kursus Bahasa. Mulai dari Inggris yang umum hingga bahasa Perancis, Korea, Mandarin dan masih banyak lagi. Berbagai kursusan memiliki kekhasannya masing – masing. Seperti :

ELFAST – Untuk Grammar ( Menurut observasi saya, punya standar tinggi untuk lulus )

EMINENCE – Untuk Pronounciation ( Mengkomparasikan antara British dan American )

MR.BOB – Untuk Speaking, PEACE, POKER,BEC, MARVELOUS, Global English, dll.

Disana kita bisa memilih untuk tinggal kost ataupun masuk dalam camp. Kost punya beberapa kelebihan. Terutama kamar yang lebih privasi. Bedanya dengan camp, jika dalam camp kita dipaksa untuk berbahasa Inggris dan mengikuti aturan camp. Harga makanan sangat terjangkau disini. Dengan tiga ribu, kita sudah dapat makan kenyang. Beberapa diantaranya adalah WAKAPO, Warung Bu Nur, dll. Namun, berbagai warung tersedia sepanjang jalan. Untuk tempat ibadah bagi umat Kristiani cukup mudah. Terdapat beberapa pilihan diantaranya :

Gereja Bethel Tabernakel Pare – Dijalan Jayawijaya

Gereja Bethel Indonesia Slamet – Di jalan Slamet,Pare

GPDI “Tiberias” – di jalan Slamet,Pare, dan masih banyak lagi. Semua gereja tersebut, dekat dengan alun – alun kota Pare.

Sebagai tambahan, akses internet di Pare cukup susah jika hanya mengandalkan modem USB. Namun berdasarkan pengamatan, sinyal CDMA (AH* ataupun SM*RT kalah jauh dengan produk GSM (IND*SAT, TELK*MS*L). Satu lagi, anda harus mengunjungi Candi Surowono di Pare Kediri. beberapa meter dari sana, kita akan menemukan sebuah saluran gua peninggalan Belanda. Disana kita dapat merasakan saluran air di bawah tanah sejak zaman Belanda. Semoga tulisan ini bermanfaat. (RYE)

Leave a comment

Filed under Review dan Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s