Resensi Buku : Negeri di Ujung Tanduk

1037

JUDUL : NEGERI DI UJUNG TANDUK

PENULIS : TERE LIYE

PENERBIT : PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

CETAKAN : APRIL, 2013

TEBAL : 359 HALAMAN

ISBN : 978 – 979 – 22 – 9429-3

     Setelah sekian lama berhenti menulis di blog, saat ini saya membagikan pengalaman saya setelah membaca buku Negeri di Ujung Tanduk. Buku ini menarik perhatian saya karena novel ini adalah sekuel dari Novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye yang pernah dibahas sebelumnya. Masih dalam penokohan yang sama, Thomas sebagai tokoh utama. Dikisahkan mempunyai pekerjaan baru sebagai konsultan politik. Kepandaian dan kejelian yang dimiliki, menjadikan klien dari Thomas selalu berhasil duduk di kursi pemerintahan. Hal ini membuat dirinya sukses dan diperhitungkan sebagai konsultan politik yang handal. Dilanjutkan dengan sukses hobi “nyentrik”-nya bertinju di klub petarung negaranya, yaitu Indonesia membawa Thomas untuk bertinju melawan juara bertahan klub petarung tinju di Makau. Dengan dibumbui episode – episode menarik. Mulai dari sabotase, dituduh sebagai pengedar heroin, hingga pelarian tidak terduga dari kepolisian Hongkong yang dilakukan Thomas dengan kawan barunya Maryam, seorang jurnalis dari Indonesia. Ditambah dari kisah masa lalu Thomas dan Opa Chan di negeri Cina daratan dengan kawan lamanya pada masa lampau. Semuanya permasalahan Thomas berpangkal untuk mensabotase klien Thomas yang menjadi calon presiden. Segala usaha dilakukan agar klien Thomas gagal untuk maju dalam pemilihan.

     Novel karya Tere Liye kali ini memuat sindiran akan buruknya kehidupan berpolitik bangsa. Menyindir keserakahan para penguasa. Menyindir kehidupan sebuah negeri di ujung tanduk. Negeri yang semakin lama semakin rusak. Bukan karena orang jahat semakin banyak, namun karena banyak orang yang memilih untuk tidak peduli lagi akan bangsanya. Memilih berbagai jalan untuk mencapai ambisi, meskipun jalan itu tidak sesuai hati nurani.

     Buku ini menarik ketika kita telah membaca novel awal Negeri Para Bedebah. Mengambil setting latar Indonesia dan segala permasalahannya, membuat saya sebagai pembaca menjadi dekat dan menarik untuk membaca. Cara pelarian yang terkadang di luar logika menambah daya tarik novel ini. Masukkan untuk penulis adalah sindiran yang terlalu halus menjadikan novel ini kurang pedas untuk dibaca. Namun secara garis besar saya puas membaca buku ini. Novel yang direkomendasikan untuk dibaca selama liburan. (Reinhard Yeremia)

Leave a comment

Filed under Review dan Tulisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s