Tempo Biro Surabaya Beri Pelatihan Jurnalistik (HABIS ?)

Mardiyah Chamim (Direktur Tempo Institue) saat memberikan materi

Mardiyah Chamim (Direktur Tempo Institue) saat memberikan materi

     Pelatihan Jurnalistik hari kedua oleh Tempo dilanjutkan (15/7). Bertempat di kantor Tempo  Biro Surabaya, jalan Gubeng Kertajaya 12C Nomor 15. Materi yang diberikan adalah tentang pengelolaan media secara profesional. Acara dibagi menjadi dua sesi. Menjadi pembicara pada sesi pertama adalah Mardiyah Chamim. Beliau menjabat sebagai Direktur Tempo Institute. Mardiyah menjelaskan bagaimana parameter sebuah tulisan layak untuk dimuat di Tempo. Ia membagi jenis tulisan ke dalam empat kuadran untuk dibawa dalam rapat redaksi sebelum dimuat:

artikel

Sumber : Pelatihan Jurnalistik Tempo Biro Surabaya oleh Mardiyah Chamim (15/7)

     Selain itu, artikel layak Tempo harus memenuhi aspek dan parameter khusus. Dijelaskan oleh Mardiyah seperti keaktualan berita, penokohan, magnitude (dampak), kedekatan, human interest, eksklusif-nya suatu berita, tren, dramatis (berita yang menyentuh pembaca), prestisius, terkait misi Tempo, kejelian dalam pemilihan angle, serta relevansinya terhadap kepentingan orang banyak.   Selain itu dijelaskan oleh Mardiyah, yang juga menjabat sebagai Direktur Tempo Institute tersebut adalah, adanya pertimbangan lain yang mendadak dan penting untuk diberitakan. Beliau mencontohkan dimana konten berita akan bencana alam Tsunami di Aceh beberapa tahun silam akan lebih penting untuk diberitakan meskipun redaksi telah mempersiapkan beberapa konten yang telah siap untuk diangkat. Dalam akhir sesi, Mardiyah berpesan, “pengalaman akan mengendap dan akan bermanfaat dalam menentukan pertanyaan dan angel dari tulisan kita”.

     Sesi kedua diisi oleh Budi Kriswanto dari segi bisnis. Tentang cara memasarkan produk media massa PT. Tempo Inti Media, Tbk.  Di awal beliau menjelaskan adanya firewall antara redaksi dan bisnis. “Redaksi tidak bisa mencampuri bisnis, bisnis tidak bisa mencampuri redaksi”,ungkap Budi. Perlu trik dan cara khusus yang berbeda untuk mampu memasarkan produk Tempo. Dijelaskan di awal bahwa produk tempo bermacam – macam. Mulai dari majalah hingga koran. Tiras nasional majalah Tempo sebesar 180.000 eksemplar mampu menguasai 68% pangsa pasar majalah sosial dan politik nasional. Akan berbeda dengan produk Koran Tempo yang baru mampu mencapai sirkulasi sebesar 240.000 koran per hari (tahun 2013). Kondisi berbeda akan berbeda dengan produk Tempo  berbahasa Inggris yang menyasar para ekspatriat ataupun warga asing di Indonesia.

     Untuk menjadi profesional Budi menjelaskan, “Media Kampus seharusnya paham segmen mana yang menjadi target untuk dipasarkan”, ungkap Budi menjelaskan kepada pers mahasiswa. Oleh sebab itu, permasalahan klasik pers mahasiswa karena terkendala dana tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya. Profesionalitas dan kejelian dalam memasarkan produk sangat diperlukan.

     Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Tempo atas pelatihan yang diberikan selama dua hari. Sangat bermanfaat bagi perkembangan pers mahasiswa di Universitas Airlangga. Semoga pelatihan ini tidak berhenti begitu saja. Virus menulis dan berpikir kritis harus terus ditularkan dan “menjangkiti” mahasiswa. Malas adalah musuh besar orang muda. Kalau bukan kita orang muda, siapa lagi yang akan melanjutkan keberlangsungan hidup berbangsa.  Hidup pers mahasiswa!  (Reinhard Yeremia)

2 Comments

Filed under Review dan Tulisan

2 responses to “Tempo Biro Surabaya Beri Pelatihan Jurnalistik (HABIS ?)

  1. Peter KR Milne

    A really good observations here Jerry. The young generation needs to not only assure the survival but also generate change and re-creation. In the west now we are seeing the old media with its advertising based funding being replaced more and more by the new media based on new technologies..
    Due to the accessibility of many opinions in this environment hthere needs to be editoriallike filtering o what is just opinion or what is strictly unbiased observation.
    Thank you for a most informative blog.and the reassurance that the world is in good hands as generasi baru matures.

    • Thanks for coming and take a minute for comment to my wordpress uncle Peter.🙂 New Media (internet) makes people easy get many information.Credibility, Fact and data is important for filtering information in media. Hopefully with my wordpress, Indonesian people get good quality information.
      Hmmm… Can you share, how young australian people
      use new media (internet) in his country ? “Salam Hangat” dari saya di Surabaya-Indonesia. Sorry about my bad English. CMIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s